Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Adolescence

( Gambar:Pixabay )


 

Rio duduk di sudut kamarnya karna dia merasa masih agak pusing.

“ Jadi gini kita-kita ini mau ngadain kemah ”. Ardi menjelaskan maksud teman-temannya.

“Aduh...sorry bro kalau kemah gua gak bisa, soalnya kondisi gua drop banget. Jawab Rio sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“ Tunggu dulu brader..,halaman rumah Lu kan luas dari belakang sampai belakang rumah ada pepohonan jambu,mangga terus di tumbuhi rerumputan,..nah kita-kita mau kemah di belakang rumah lu ”. jelas Ardi.

“Apa? Dibelakang rumah gua? Mendingan lu nginep aja di rumah gua”.

“Eh.. gini yo, tempat gak jadi masalah yang penting kita kumpul, kitakan belum pernah ngadain acara yang kaya gitu” kata firman.

“ Ya udah kalau kalian maksa oke deh”Jawab Rio agak males.

“ Kak Aku ikutan ya” Tiba-tiba adik Rio yang bernama Nina masuk ke kamar Rio.

" Iiih nggak boleh ini bukan untuk anak di bawah umur ”. Jawab Rio.

“ Eh enak aja gua mau tidur sama siapa?, masa tidur sama kalian ogah 100% nanti gua kena iler, udah Nina ikut aja nanti tidurnya sama gua” Fani merengut

“ Yee siapa lagi yang mau tidur sama Lu” Dudung menjulurkan lidah dan di balas oleh fani

“ Ya udah ...tapi kapan nich?” Rio bertanya pada Ardi

“Gimana kalau minggu depan ?” Kata ardi terus di setujui oleh semuanya.

“ Rio ada temen satu lagi nich, katanya namanya Cindy ” Tiba-tiba Ibunya Rio memanggil dari luar kamar

“ aduh ada Cindy gimana nich?”Rio mendadak panik

“ Kok lu panik biasa aja kali..”Fani mengkerutkan halis matanya

“ Gua malu Fan, mana kamar gua berantakan” Kata Rio mendadak sibuk sendiri

“ Udah lu pura-pura sakit parah..” Kata dudung

“ Ya,..ya tapi gua harus gimanaaa..? Rio garuk-garuk kepalanya

“ Ya Lu tiduran mata Lu merem” Fani mendorong tubuh Rio ke ranjang dan menutupnya dengan selimut, bersamaan dengan itu pintu terbuka dari luar dan munculah Cindy dengan wajah segarnya tapi kesegaran wajahnya hilang ketika melihat Rio seperti tak berdaya terbaring  di ranjang.

“ Gimana keadaan Rio “ Cindy memandang teman-temannya dengan harap-harap cemas

“ Kamu tahu dari mana rio sakit?” tanya Fani serius

“ e,, dari temen-temen” Jawab Cindy Mulai khawatir

“ aduuh...justru itu Rio belum sadarkan diri” Kata dudung memulai drama nya. Mendengar penjelasan dari dudung Cindy langsung mendekati Rio dan menepuk-nepuk lengannya Rio

“ Rio ..Rio “ Kata Cindy

Cindi terlihat gundah dia sangat khawatir dengan keadaan Rio.

“ Gua jadi gak enak nich, soalnya dia sakit karna di hukum di sekolah” Kata Cindy sambil mengusap keningnya yang mualai keringetan.

“ Lu sih pake acara nimpuk Rio pake Bola kasti” Firman seraya menyalahkan tapi di balik itu hatinya terbahak-bahak.

Cindy hanya bisa diam tak bisa berbuat apa-apa, tubuhnya yang terasa lemas terus duduk di pinggir ranjang dia mengingat kembali kenapa Rio bisa seperti itu karna Cindy jengkel sama Rio Karena Rio di sekolah suka iseng yang di luar batas seperti ngintip dirinya ketika di toilet, suka kirim gambar telanjang ke Whatsapp nya. Kemudian dia melemparkan bola kasti ke kepala Rio hingga bolanya mental sampe mengenai kaca jendela kantor sekolah dan Rio di hukum di suruh membersihkan 7 toilet sekolah.

“ Hahahahahaaa...” Ardi dan kawan-kawan tiba-tiba tertawa sementara Cindy hanya bengong dan Rio perlahan membuka matanya sambil tersenyum ke Cindy.

Cindy yang tadinya bengong akhirnya mengerti bahwa dia sedang di kerjadi teman-temannya , dia pun tersenyum gemas.

“ Ya udahlah nggak apa-apa gue di kerjain jadi impas dong” Kata Cindy

Cindy bukan gua kok yang ngerencanain tapi dudung tuh” Kata Rio sambil melirik ke Dudung

“ Yee enak aja lu” jawab dudung 

" Sebel deh ih di kerjain '' Cindy masih merasa gregetan sama kelakuan teman-temannya.

" Maaf deh...hmmm" Kata Fani sambil memeluk Cindy dengan gemas, dudung dan Ardi pun hendak ikutan memeluk Cindy

" eit..mau ngapain kalian ikutan aja" Fani mendorong Dudung dan Ardi

"Eh.. Fan, kita juga kan teman cindy jadi boleh dong meluk hehe " Kata dudung sambil nyengir kuda

" Peluk aja sana tiang listrik " Kata Fani dan semuanya tertawa membuat suasana di kamarnya Rio jadi riuh.

 sementara ibunya Rio di luar hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

" Nina sana buatin minuman buat temen-temen kakakmu, Mama sampai lupa ngasih minuman ke mereka, sambil bawa Obat kakakmu " Kata Ibunya Rio sambil melirik ke anak bungsunya.

" Siap Mama boss hehe " Nina setengah berlari menuju dapur.

Bersambung

Posting Komentar untuk "Adolescence"